Konfigurasi Static Routing Pada Cisco Paket Tracer (Command Line Interface)
Konfigurasi Static
Routing Pada Cisco Paket Tracer (CLI)
Static Routing adalah routeing table yang
disetting secara manual oleh administrator jaringan. Static Routing ini
memiliki pengaturan routing paling sederhana dalam sebuah jaringan. Penggunaan
routing statik dalam jaringan yang kecil bukanlah suatu masalah, tapi jika
dalam jaringan yang besar memerlukan konfigurasi yang ribet karena harus
disetting secara manual.
Kelebihan Static Routing :
1. Static Routing lebih aman daripada Dynamic
Routing
2. Static Routing lebih kebal terhadap para
hacker
Kekurangan Static Routing :
1. Terlalu memakan banyak waktu untuk melakukan
konfigurasi apabila terdabat banyak router yang digunakan.
Langkah-langkah
Konfigurasi Static Routing Pada Cisco Paket Tracer :
1.
Buka App Cisco Paket
Tracer.
2.
Buat Topology jaringan sederhana seperti di atas.
3.
keterangan Ip Address :
1.
Router0
1.
Gig0/2 10.10.10.1/32
2.
Gig0/0 60.60.60.1/24
(digunakan untuk Gateway pc pada jaringan router0)
2.
Router1
1.
Gig0/2 10.10.10.2/32
2.
Gig0/1 1.1.1.1/32
3.
Gig0/0 30.30.30.1/24 (digunakan
untuk Gateway pc pada jaringan router1)
3.
Router2
1.
Gig0/1 1.1.1.2/32
2.
Gig0/0 20.20.20.1/24
(digunakan untuk Gateway pc pada jaringan router2)
4.
Konfigurasi Ip Pada Pc dengan cara PC>DESKTOP>IP
CONFIGURATION.
Lakukan konfigurasi yang sama pada masing-masing PC
Dengan ketentuan :
|
PC 0:
|
PC 1:
|
|
IP Address -> 60.60.60.2
|
IP Address -> 60.60.60.3
|
|
Subnet Mask -> 255.255.255.0
|
Subnet Mask -> 255.255.255.0
|
|
Gateway -> 60.60.60.1 (IP Router)
|
Gateway -> 60.60.60.1 (IP Router)
|
|
PC 2:
|
PC 3:
|
|
IP Address -> 20.20.20.2
|
IP Address -> 20.20.20.3
|
|
Subnet Mask -> 255.255.255.0
|
Subnet Mask -> 255.255.255.0
|
|
Gateway -> 20.20.20.1 (IP Router)
|
Gateway -> 20.20.20.1 (IP Router)
|
|
PC 4:
|
PC 5:
|
|
IP Address -> 30.30.30.2
|
IP Address -> 30.30.30.3
|
|
Subnet Mask -> 255.255.255.0
|
Subnet Mask -> 255.255.255.0
|
|
Gateway -> 30.30.30.1 (IP Router)
|
Gateway -> 30.30.30.1 (IP Router)
|
5. Konfigurasi IP pada masing-masing
router.
Double klik Router => Klik Tab CLI.
Router>Enable (Untuk
masuk ke mode CLI)
Router#Configure Terminal (Untuk masuk mode Configur terminal)
Router (Config) #Interfaces Gig0/0 (Untuk masuk ke interface
yang akan di berikan IP Address)
Router (Config-if) #IP address 60.60.60.1 255.255.255.0 (Memberikan
alamat IP address pada Ethernet Gigabit0/0)
Router (Config-if) #no shutdown (Perintah agar interface gig0/0 tidak tershutdown
automatis)
Lakukan konfigurasi yang sama pada masing” router seperti di
atas.
6. Konfigurasi static routing pada
router.
Untuk
setting static routing di cisco packet tracer menggunakan perintah
Router
(Config)#ip route [destination] [subnet] [next hop address]
-ip
route : perintah membuat tabel routing static
-destination
: network jaringan yang dituju
-subnet
: subnet mask jaringan yang dituju
-next
hop address : ip dari router yang akan dilewati
Lakukan
hal yang sama pada Router1 dan Router2 dengan ketentuan :
Router
1 :
#ip
route 60.60.60.0 255.255.255.0 10.10.10.1
#ip
route 20.20.20.0 255.255.255.0 1.1.1.2
Router2
:
#ip
route 60.60.60.0 255.255.255.0 1.1.1.1
#ip
route 30.30.30.0 255.255.255.0 1.1.1.1
7.
Lakukan pengecekan, bisa dengan
menggunakan ping pada CommandPrompt di PC atau dengan menggunakan kirim surat.
terlihat ping dari pc5 ke gateway pc1 reply yang menandakan sudah terhubung, begitu pula dengan test pada pengiriman surat antar pc dengan status successful yang menandakan seting pada static routing berjalan sebagaimana mestinya.
**Note : apabila pengiriman surat masih failed disarankan untuk melakukan sent ulang karena proses untuk pengaplikasian pada statik routing memerlukan waktu, dan juga mohon sesuaikan konfigurasi seperti di atas.
TERIMAKASIH...!!
SEMANGAT BELAJAR...
Komentar
Posting Komentar
Berikan komentar anda
komentar anda membuat semangat penulis